Arsip | Januari, 2011

I Promise… (Part 2)

8 Jan

*Setibanya di Seoul Hospital*

Aku langsung menggendongnya menuju ruang UGD.

Setelah menunggu sekitar 1 jam, akhirnya dokter yang memeriksa Saera pun keluar

“Bagaimana dok keadaan sahabat saya?” Tanyaku khawatir

“Apa dia sudah lama mengidap penyakit ini?” Kata dokter

“Penyakit? Maksud dokter?”

“Iya, temanmu ini mengidap penyakit Leukimia sudah sampai stadium 3”

“Jangan bercanda dok, kalau Saera mengidap penyakit itu mungkin dia akan memberi tahuku”

“Ya saya tidak tahu, yasudah saya permisi dulu ya”

“Kamsahamnida Dok”

“Ne, itu sudah tugasku”

Ku langkahkan kakiku ke dalam ruangan itu. Ku lihat Saera terbaring lemas di atas tempat tidur putih itu. Matanya terpejam dan wajahnya pun memancarkan ketenangan. Aku takut jika Saera meninggal, meninggalkan dunia ini, meninggalkanku, meninggalkan keluarganya…

Akupun duduk disampingnya dan tanpa ku sadari air mataku menetes. Aku tak mau orang yang ku cintai pergi…

Tiba-tiba tangannya memegang tanganku.

“Kyu”

“Kenapa kau tidak memberitahuku bahwa kau mengidap penyakit ITU?!”

“Mianhae Kyu, aku tidak mau membuat kau khawatir dan kasian padaku”

“Tapi harusnya kan kamu…”

“Suuuuttt. Aku ingin tidur. Aku capek”

“Yasudah, nanti akan ku telpon ahjumma untuk menjagamu di sini”

“Gomawoyo Kyu”

“Cheonmaneyo”

Dan ketika itu aku pun menekan nomor rumah Kim yang sudah ku apal diluar kepala.

“Yoboseo?”

“Ahjumma ini Kyuhyun”

“Ada apa Kyu? Tumben telfon”

“Ini ahjumma, tadi Saera pingsan dan sekarang ada di Seoul Hospital”

“Omo… Ahjumma akan segera kesana. Kamsahamnida Kyuhyun”

“Ne ahjumma”

Pasti Kim Ahjumma sangat cemas. Karena Saera anak satu-satunya dan Kim Ahjussi belum lama ini sudah meninggal. Kasian ya Kim Ahjumma…

~~~

Karena penyakitnya yang lumayan parah, Saera terpaksa dirawat dirumah sakit sampai keadaannya tidak terlalu parah.

Di sekolah pun menjadi sepi, tidak ada tawa,senyuman,tangisan Saera… Dan Donghae pun selalu menanyakan kenapa Saera tidak masuk sekolah. Buat apa sih? Kenapa dia khawatir? Dia kan sudah mempunyai jagiya!

Sudah seminggu Saera dirawat di rumah sakit, dan setiap hari juga aku menjenguknya, yang menjenguknya hanya sahabat Saera saja (selain aku) Yoona, Sooyoung, dan Ryeowook. Dan hanya mereka bertiga saja yang tahu tentang penyakitnya ini. Saera meminta kami untuk tidak memberitahu siapa-siapa karena dia tidak mau di kasihani.

~~~~~~~~~~~~~~

Jessica’s POV

Ada yang aneh dengan Donghae. Hmmm kenapa ya? Akhir-akhir ini dia seperti mencemaskan seseorang. Siapa ya? Lebih baik ku tanya saja.

“Hae…”

“Yaa?”

“Kenapa akhir-akhir ini kamu terlihat gelisah?”

“Ah? Tidak apa-apa kok”

“Bohong. Ayo cerita hae! Ada apa sebenarnya?

“Hmmm. Aku memikirkan Saera, sudah seminggu dia tidak masuk sekolah.”

“Nugu? Saera?”

“Saera… Dia itu…”

“Siapa? Selingkuhan mu,huh?”

“Bukan! Dia temanku. Kamu ini selalu curiga saja huu”

“Ya mungkin saja Saera itu selingkuhanmulah,atau orang yang kamu suka selain aku”

“Hmmm”

“Mana ada sih seorang yeoja yang mau diduain? (?)” Kataku tiba-tiba

“Kok jadi bahas itu sih?”

“Ah engga, cuma siapa tau aja gitu”

“Yasudah, ayo pulang jagi!”

*sesampainya dirumah Jessica*

“Hae, kau mau masuk dulu?” Tawarku

“Oh boleh, soalnya akhir-akhir ini aku kecapekan kayaknya sekalian istirahat sebentar hehe” jawabnya sambil masuk kedalam rumah

“Kenapa rumahmu sepi sekali?” Tanya Donghae

“Orangtuaku sedang keluar kota, adikku, Krystal sedang menginap dirumah temannya. Jadi aku sendiri.”

“Kasian ya jagiya-ku ini hahaha”

“Jahat! Oh iya kamu mau minum apa nih?”

“Eh? Teh” jawab Donghae

~~~~~~~

Donghae’s POV

“Jahat! Oh iya kamu mau minum apa nih? Tanya Jessica

“Eh? Teh” jawabku

Akupun menghampiri Jessica yang sedang membuat teh. Entah setan apa yang sedang ada di kepalaku, tiba-tiba aku memeluk pinggang Jessica dan mencium pipinya. Jessica langsung menatapku dan kembali membuat tehnya. Hahaha lucu sekali melihat muka bingungnya, huh bikin aku gemas saja!

Selesai membuat tehnya, Jessica duduk di sampingku sambil meminum tehnya dan akupun melakukan hal yang sama. Setelah teh kami berdua habis. Kami pun menonton film di dvd. Mungkin karena filmnya ada adegan kissing, entah ada apa yang melanda otakku, akupun memanggil Jessica

“Jess” kataku

Dan saat Jessica menengok aku pun langsung mencium bibirnya. Awalnya dia sempat kaget dan mendorongku pelan, tapi karena ciumanku yang lama akhirnya dia membalas ciumanku juga hahahahaha. Kami melakukan french kiss, tapi karena nafas Jessica sudah mulai terengah-engah. Kami terpaksa berhenti melakukan aktivitas itu.

“Hya Donghae!” Teriak Jessica saat aku mencium lehernya

“Hahahahaha” hanya tawaan saja yang bisa aku keluarkan

Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, berarti aku sudah berada dirumah Jessica hampir 4 jam! Omoo tidak baik jika aku berada dirumah seorang yeoja malam-malam, apalagi dirumahnya tidak ada siapa-siapa. Mungkin bisa terjadi hal yang tidak diinginkan. Lebih baik aku pulang.

“Jagi, aku pulang yaa. Hati-hati dirumah! Kunci pintu! Ntar kalo ada apa-apa telfon saja aku! Oke?”

“Iya bawel”

“Yasudah aku pulang yaa. Daaah~”

“Hati-hati jagi!!” Katanya sambil melambaikan tangannya

***

Mungkin aku hanya sekedar suka pada Saera. Aku mencintai Jessica

~~~~~~~~

———————————————————-
Bersambung…..

Aaa makin ngaco aja ini ff, ckck yang baca gomawo ya! Please jgn jadi silent reader! Komen ya komen! *author maksa*

Posted with WordPress for BlackBerry.

Sorry, I Love You (Part. 1)

8 Jan

~~~~~~~~~

Yoona’s POV

Aku menatap dia, ya dia. Dia adalah seorang namja yang sangat ku sayangi. Wajahnya yang tampan, senyumnya yang manis, suara yang merdu dan otaknya yang jenius. Siapa coba yang tidak mengagumi dia? Hampir semua anak perempuan di sekolah mengagumi dia, malah anak laki-laki pun ada yang mengagumi dia. Ya, dia itu Kim Kibum, sahabatku.

Mungkin aku sudah gila. Aku mencintainya, mencintai seorang Kim Kibum sahabatku sendiri! Aku tidak ingin dia menganggapku hanya seorang sahabat. Aku ingin dia juga mencintaiku seperti aku mencintainya. Ya tapi apa boleh buat, aku akan memendam rasa ini, karena ku tahu Kibum mencintai orang lain…

~~~~~~~~~

Cahaya matahari masuk melalui jendela kamarku yang terbuka. Aku menatap jam yang berada disamping tempat tidurku. Baru jam 06.00, masih ada waktu untuk mandi,makan,dan bersiap-siap. Aku segera mandi dan setelah itu makan bersama keluargaku.

“Eomma, Apaa, Yoona berangkat yaa”

“Hati-hati di jalan ya sayang~”

“Yoona! Ayo masuk ke mobil ntar kita telat ke sekolah!” Kata Yesung oppa, oppa-ku

“Ne oppa!” kataku seraya masuk ke dalam mobil

*sesampainya di sekolah*

“Yoona, nanti pulang sekolah oppa tunggu di dekat gerbang sekolah ya”

“Ne, mian jika aku telat, soalnya hari ini aku piket. Daah oppa~” kataku melambaikan tangan dan menuju kelasku

Di kelas hanya ada beberapa anak saja. Mataku tertuju ke anak berkacamata yang sedang membaca buku dan aku pun segera menghampirinya.

“DAAAARR!!” kataku mengejutkan kibum

“Hahaha aku tidak kaget,yoona” jawabnya santai

“Kau ini susah sekali ya dikagetin, huuu”

“Hehe. Eh kamu sudah tau belum?”

“Ya enggalah! Kan belum di kasih tau! Gimana sih?” Jawabku dengan menggembungkan pipiku karena sebal

“Tadi Yuri kesini!” Kata kibum semangat

“Ngapain?” Tanyaku ogah

“Dia memberiku surat dan isinya… Dia… Menerima cintaku!” Jawabnya sambil mengguncang-guncang punggungku karena senang

“Oh. Chukkae”. Kataku sambil tersenyum memaksakan. Ya, orang yang dicintai Kibum adalah Yuri. Bukan aku.

Teng Teng Teng…

Bel berbunyi,semua murid pun masuk. Dan pelajaran pun dimulai ketika Lee Seosangnim masuk ke kelas

~~~~~

Aku membaringkan tubuhku di tempat tidurku yang nyaman sambil memikirkan Kibum. Ya tuhan, kenapa kau tega sekali? Hatiku seakan ditusuk pisau yang baru diasah *author lebay*. Aku harus bagaimana? Setiap hari aku harus melihat Yuri dan Kibum bermesraan! Anak-anak perempuan di sekolah juga sangat iri dengan Yuri…
Apa aku harus menjauhi Kibum? Entahlah

~~~~~

Kibum’s POV

Kenapa ya dengan Yoona? Akhir-akhir ini dia seperti menjauhi ku. Memangnya aku salah apa? Apa dia cemburu kalau aku pacaran dengan Yuri? Ah tidak mungkin…
Daripada penasaran mending aku sms Yoona saja.

To: Yoona
Kau Kenapa?

DRRTT… DRRTT… DRRTT

From: Yoona
Kenapa apa nya?

kok dia malah nanya balik sih? -_-

To: Yoona
Kau seperti menjauhiku, iya kan?

DRRTT… DRRTT… DRRTT

From: Yoona
Masa? Kayaknya engga.

Ada apa sih dengan Yoona? Aneh sekali. Tapi jujur saja aku kangen senyumnya… Hah? Hei Kibum! Sadar! Kau sudah punya Yuri! Ah sudahlah aku tidur saja…

*keesokan harinya*

“Hae, itu anak-anak kenapa sih pada berdiri di samping jendela sambil bilang ‘wah’?” Tanyaku pada Donghae teman sekelasku

“Kau lihat saja!” Katanya sambil ikut-ikutan ke arah jendela

Kuputuskan untuk melihat apa yang dilihat anak-anak

“Omonaaa. Yoona cantik sekali! Waaaah~” kata Donghae sambil melihat ke arah Yoona

“Iyaaa.. Cantik sekali~~ kakinya pun indah. Waaaah~” kata anak-anak dikelas berbarengan

Hya! Ada apa ini? Sejak kapan Yoona jadi memakai rok diatas lutut? Sejak kapan rambutnya jadi di cat warna merah kecoklatan?

DEG!

Memang benar, dia cantik sekali hari ini tapi aku tidak suka kalau semua anak melihat dia seakan ingin memakannya! Hah? Kok aku jadi seperti ini? Hush! Sadar Kibum! Kenapa kamu deg-degan seperti ini? Aissshh~~

~~~~~

Yoona’s POV

Kulihat semua anak-anak memandangiku dan bahkan ada yang teriak “YOONA!!! KAU CANTIK SEKALI!!!” Berlebihan sekali,ckck

Aku melihat respon Kibum, dia melihatku dengan pandangan seakan -ada-apa-denganmu?- YAA!! Kenapa dia tidak terpesona? Aneh! Yaa mungkin upayaku untuk merebut Kibum kali ini sia-sia. Dia HANYA akan melihat YURI…

Mulai detik ini, kuputuskan untuk melupakanmu! KIM KIBUM!!!

Mungkin aku mulai bisa menyukai Taecyeon, ya Taecyeon, yang sudah lama menyukaiku dan dia bilang akan menungguku sampai aku jatuh cinta padanya

~~~~~~~

Bersambung

———————————————————–
Ancurlah ini ff! Pendek banget ya? Hahaha komentar kalian dibutuhkan! Gomawo yang udah baca^^